Bangkalan — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMAN 2 Bangkalan menggelar kegiatan Pondok Ramadan yang penuh makna dan nilai spiritual. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak. Pondok Ramadan merupakan kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan khusus pada bulan suci Ramadan. Di bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kesabaran, memperbaiki diri, serta menumbuhkan akhlak mulia. Melalui Pondok Ramadan, para siswa diajak bertransformasi dari kebiasaan biasa menuju pribadi yang lebih islami dan berkarakter.
Pondok Ramadan yang dilaksanakan selama tiga hari, dimulai pada Senin, 23 Februari 2026 untuk kelas XII, dilanjutkan hari Selasa tanggal 24 Februari untuk kelas XI, dan ditutup pada hari ini, tepatnya Rabu tanggal 25 Februari untuk kelas X. Suasana religius begitu terasa sejak pagi hari. Para siswa mengenakan baju koko putih lengkap dengan sarung dan kopiah, sementara siswi tampil anggun dalam balutan busana muslim hitam dan kerudung coklat susu.
Acara yang diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Sekolah, Bapak Dwi Imam Arif S,Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri dan mendekatkan diri kepada yang Allah Swt. Setelah selesai para pelajar diarahkan oleh panitia Osis dan Rohis untuk berpindah tempat. Siswa diarahkan menuju ke ruang Aula SMADA. Sedangkan siswi diarahkan untuk turun dari lantai 2 musholla, menuju ke lantai bawah musholla SMADA. Kegiatan dilaksanakan secara terpisah antara siswa dan siswi. Pemisahan ini bertujuan agar kegiatan dapat berlangsung lebih kondusif dan fokus.
Materi pertama disampaikan oleh Ibu Nur Intan Permatasari, S.EI., M.EI., yang membahas tentang penerapan perubahan dari kebiasaan biasa menuju kepribadian islami. Beliau mengajak siswa untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam bersikap, bertutur kata, dan bertindak.
Setelah penyampaian materi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat selama 30 menit. Materi kedua kemudian disampaikan oleh Bapak M. Khoirul Amiudin, S.Pd., M.Ag., yang mengupas tentang pembentukan karakter islami melalui peningkatan iman dan akhlak mulia. Beliau menjelaskan kisah-kisah sahabat nabi, yang patut kita teladani.
Selama pemaparan materi, seluruh siswa dan siswi diwajibkan untuk mencatat serta merangkum inti penjelasan. Hasil rangkuman tersebut dikumpulkan di akhir sesi sebagai bentuk tanggung jawab dan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan. Kemudian seluruh peserta melaksanakan salat Dzuhur berjamaah bersama. Saf-saf yang tersusun rapi menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam menghadap Sang Pencipta.
Pondok Ramadan di SMAN 2 Bangkalan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembentukan jiwa. Di antara lantunan doa dan nasihat yang menjadi satu, terselip harapan agar setiap siswa mampu membawa cahaya Ramadan ke dalam kehidupan mereka tidak hanya selama sebulan, tetapi sepanjang perjalanan hidup.
Oleh Tim Jurnalistik Smada
Info Selengkapnya:
~~~~~~~~~~~~~~~
Instagram:
https://www.instagram.com/sman2bangkalan
Tiktok: https://www.tiktok.com/@smadaba.official
Youtube: https://youtube.com/@sman2bangkalan
https://youtube.com/@wartasmadabangkalan
~~~~~~~~~~~~~~~